Tak terasa bulan puasa akan segera berlalu dan Ramadhanpun segera tiba.Sekarang saya sudah tidak ikutan tradisi menjelang Ramadhan yaitu : Mudik. Tetapi sampai saat ini ada kenangan tentang mudik yang tak bakal terlupakan seumur hidup, yaitu kejadian beberapa tahun yang lalu, pada waktu itu saya masih bekerja di Jakarta, tentu saja tak mau ketinggalan berbondong-bondong ikutan mudik, kesempatan untuk berkumpul dan bertemu keluarga tak akan kulewatkan.
Masih untung saya mendapatkan tiket kereta api dari Jakarta ke Jawa Timur - tempatku berasal, berangkat pada malam hari, sendirian dan membawa barang (untuk oleh-oleh yang dirumah) yang lumayan banyak. Di kereta duduk di sebelah cowok yang lumayan bawel. Hmmm......Sebenarnya tampangnya lumayan juga sih, tetapi mengingat banyaknya kejahatan dan pesan ibu di rumah ( tidak banyak bicara dengan orang tak dikenal ) maka aku cuek aja, menjawab dengan seadanya dan sesingkat mungkin. Malah kemudian kecurigaanku meningkat ingat semua berita kriminal yang sering kubaca atau kutonton di koran/ TV, semua tawarannya ( minuman, permen ) kutolak. Hiii...ngeri juga kalau sampai dalam makanan/minuman yang ditawarkan ada "apa-apanya" . Semula untuk membungkam ajakan ngobrolnya aku pura-pura tidur, tetapi usaha ini tidak berhasil karena selain takut ketiduran beneran , ibuku juga hampir setiap saat menelepon untuk mengecek sudah sampai mana perjalananku ( efek kangen berat dengan anak kesayangannya kali ya? hehehe ).
Serba salah juga, tidak menanggapi ntar dikira sok dan gagu , kalau menanggapi ...ya kalau orang baik-baik, lha kalau beneran penjahat ? Jadi parno sendiri.....
Akhirnya sepanjang perjalanan aku malah tidak bisa tidur sama sekali, padahal sebenarnya aku ini jenis orang yang begitu naik kendaraan langsung pulas :D
Singkat cerita akhirnya kereta sampai juga di tempat tujuan, aku turun kereta dengan capek, ngantuk dan sedikit kesal karena adanya "gangguan selama perjalanan. Waktu itu aku dijemput ayahku di stasiun dan kulirik cowok bawel itu naik taxi....dibelakangku....mengikuti mobilku ??!!! Mau apa sih orang itu ?? Jangan-jangan rencana mo ngerampok rumahku ?? #parnoku makin meningkat levelnya#
Sesampai di rumah kulirik taxinya, eh ternyata dia turun di beberapa rumah saja dari rumahku.... .......
Ternyata si cowok - yang sekarang menjadi suamiku - adalah anak tetanggaku yang selama ini bekerja di Jakarta, berhubung aku juga jarang di rumah ( karena kerja di luar kota ) jadi kami tidak saling mengenal sebelumnya. Lucu juga mengingat kejadian itu tapi juga merupakan kenangan indah bagi kami. Sampai sekarang kami selalu tertawa jika membicarakan saat pertama kali kami bertemu di waktu mudik saat itu.